Ini lah Buletin remaja Bulan April..
Lukas 24:6-7
24:6 Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea,
24:7 yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga."
SELAMAT DATANG…
Kami anak-anak remaja ngucapin selamat datang bagi temen-temen yang pertama kali datang di komisi remaja ini.
Selamat berbakti Tuhan memberkati.
TIPS…
Sejarah membagi Telur Pada Hari PASKAH
"Mengapa gereja membagikan telur pada anak-anak SM pada hari PASKAH?"
Ternyata banyak orang Kristen bahkan guru SM yang kurang jelas
tentang sejarah membagi telur ini. Untuk Edisi Khusus PASKAH ini
Tips Mengajar akan diganti dengan penjelasan singkat tentang sejarah
membagi Telur PASKAH.
Tradisi membagi telur sebenarnya bukan tradisi gereja/Kristen (juga
jelas tidak disebutkan dalam Alkitab). Sebelum kekristenan muncul, di negara 4 musim (Eropa) ada tradisi untuk merayakan datangnya musim-musim. Dewa musim Semi, yang bernama Eostre" adalah dewa yang disembah pada perayaan "vernal equinox". Nama dewa ini juga yang akhirnya dipakai untuk menyebut hari PASKAH, Easter" (bhs Inggris).
Pada abad-abad pertama kekristenan, tradisi ini sulit dihapus karena hari PASKAH memang kebetulan jatuh pada setiap awal musim Semi. Perayaan musim Semi selalu dirayakan dengan meriah mengiringi kegembiraan meninggalkan musim dingin yang suram dan beku (mati). Tumbuh-tumbuhan dan bunga mulai tumbuh dan bermekaran, dan suasana keceriaan seperti ini menjadi saat yang tepat untuk membagi-bagikan hadiah. Membagi-bagikan telur pada hari PASKAH akhirnya diterima oleh gereja selain untuk merayakan datangnya musim Semi, juga karena telur memberikan gambaran/simbol akan adanya kehidupan.
LAGU…
Who am I by Siwon
Who am I, that the Lord of all the earth
Would care to know my name
Would care to feel my hurt?
Who am I, that the bright and morning star
Would choose to light the way
For my ever wondering heart?
Not because of who I am
But because of what You've done
Not because of what I've done
But because of who You are
I am a flower quickly fading
Here today and gone tomorrow
A wave tossed in the ocean
A vapor in the wind
Still You hear me when I'm calling
Lord You catch me when I'm falling
And You told me who I am
I am Yours, I am Yours
Whom shall I fear?
Whom shall I fear?
'Cause I am Yours, I am Yours
HUMOR…
Laskar Kristus
Selesai kebaktian seperti biasa Pendeta berdiri di pintu gereja untuk memberi salam kepada jemaat yang akan pulang. Ketika menjabat seorang jemaat yang jarang sekali datang di kebaktian, Pendeta menjabat tangan pemuda tersebut sambil menariknya untuk mendekat. Dengan berbisik Pendeta berkata, "sudah saatnya anda harus bergabung di gereja sini sebagai laskar Kristus."
Pemuda menjawab, "Oh, saya sudah bergabung pak Pendeta."
Dengan heran Pendeta bertanya, "Saya kog hanya melihat saudara datang di kebaktian Natal dan Paskah saja?"
Dengan berbisik pemuda berkata: "Saya kan laskar Kristus dengan misi rahasia."
RENUNGAN…
Kunci
"Dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus." (Kolose 1:20)
Korsase, kamera, dompet, dan jaket! Ya, kami berangkat untuk menghadiri pesta penghargaan yang istimewa -- malam yang mengesankan. Mengesankan karena kami melupakan satu benda kecil -- kunci! Tidak ada yang lebih mengesankan dari memanjat jendela tinggi dengan mengenakan pakaian pesta.
Kehilangan kunci membuat kita sangat frustrasi. Peristiwa yang menyedihkan seperti ini bisa membuat Anda merasa kalut, labil, dan putus asa. Dalam masyarakat kita yang menerapkan "keamanan ketat, kunci berlapis ganda", kunci melambangkan perlindungan dan kekuatan.
Selama bertahun-tahun, saya merasa frustrasi dan labil ketika mencari sebuah kunci penting dalam kehidupan saya -- kunci keselamatan. Saya memunyai jawaban teologis yang berdasarkan Kitab Suci, tetapi pengetahuan dan pengalaman saya kurang memadai untuk dijadikan kunci pas, pembuka pemahaman yang mendalam. Saya dibesarkan di lingkungan Kristen dan bersekolah di sekolah Kristen yang baik, tetapi saya masih belum memunyai kunci pembuka hubungan dengan Kristus yang bermakna penuh.
Tetapi, saya sekarang berdiri di kaki salib-Nya dan mendapatkan kunci untuk menjawab segala pertanyaan saya. Salib itu adalah fokus utama pemahaman saya tentang Alkitab.
1. Salib menunjukkan siapa diri saya.
Kenyataan hidup menjadi fokus utama ketika seseorang menyaksikan orang yang dicintai dikubur, atau menyaksikan orang lain menderita sakit atau cacat. Namun, fokus kita akan lebih tajam apabila kita menyaksikan Kristus di salib, kemudian kita merenungkan alasan-alasan Ia mati dengan cara yang seperti itu. Salib menyingkapkan diri saya sebagai pendosa dengan sikap, pikiran, dan perbuatan, yang justru membunuh Tuhan dan Juru Selamat saya.
2. Salib adalah sumber harga diri saya.
Hidup yang nyaman dan penuh dengan "hal-hal penting" tidak selalu membawa seseorang ke kaki salib. Saya merasa kosong tak berpengharapan setelah saya meninggalkan karier dan pelayanan yang bagus untuk sementara waktu, kehilangan satu-satunya mobil bagus kami, dan menetapkan langkah yang justru menguras tabungan kami. Di manakah kepercayaan diri saya? Kristus yang disalibkan adalah sumber harga diri saya. Ia memercayai saya. Kasih-Nya bisa menjadi satu-satunya sumber harga diri yang sejati di dalam dunia yang justru sering memutarbalikkan prioritas kita.
3. Salib adalah kunci untuk diselamatkan dari dosa.
Godaan yang dihadapi sebagian besar orang Kristen berbentuk pemikiran dan sikap. Perenungan tentang salib, menguji kasih, dan pengampunan dapat menjadi latihan "pertobatan pikiran" yang nyata sehingga kita tidak lagi memberi tempat bagi kekesalan. Karena dosa saya, yang menghancurkan hidup Penyelamat saya, mengapa saya membanggakan diri atau menghakimi orang lain? Jika Kristus sudah mati untuk semua umat, mengapa saya curiga, tidak sabar, atau memikirkan diri sendiri? Dalam perenungan ini, tidak tersedia ruang untuk dosa.
Kemudian, saya mengerti bahwa salib dengan keindahannya adalah kabar baik yang dapat mengubah kehidupan seseorang; pada salib [Kristus], saya menemukan pengampunan, pemahaman diri sendiri, harkat diri yang kokoh, dan kekuatan yang dapat mengubah cara pandang. Salib membukakan lumbung berkat dan pengetahuan rohani. Bersama Isaac Watts saya bisa bernyanyi, "Di salib-Nya, salib-Nya, awal aku melihat cahaya." (t/Uly)
Jumat, 09 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar